Rabu, 08 Januari 2014

"aku ingin menyapamu"

"Hayy......." aku ingin menyapamu,
aku sibuk meyiapakan kata yang pantas dan pas untuk menyapamu kali ini, mungkin hay....??
mungkin hallo......, mungkin apa kabar...??
tapi, ah' itu sudah sangat biasa.
aku ingin menyapamu kali ini, saat aku merasa aku sedang baik-baik saja aku ingin menyapamu dan bilang,
"hayy...., aku sedang baik-baik saja.
tapi, ah' itu sudah sangat biasa.
saat ini aku ingin menyapamu, dan mengucap, kamu apa kabar?
tapi, ah'itu sudah sangat biasa.
emmhhh.... aku ingin menyapamu dengan sangat tidak biasa, mungkin tidak saat ini, mengkin saat ini aku baru bisa menyapamu dengan doaku, dalam setiap sujudku, ada namamu semoga engkau baik-baik saja.
aku menyapamu dalam setiap malamku, saat aku terjaga dalam malamku untuk masadepanku, di situlah kamu ada, dan aku menyapamu, semoga engkau bersabar menungguku.
aku masih ingin menyapamu, sekarang aku menyapamu lewat karya sederhanaku, semoga engkau menghargai karyaku.
saat ini aku ingin menyapamu, dalam setiap tanya dari ibu bapaku tentang bagaimana usaha kita mempertahankan hubungan ini,ah'..... tapi ini agaknya terlalu berlebihan.

"aku ingin menyapamu, suatu saat nanti ketika aku siap, dan berani berucap"aku siap mendampingimu"
ya, suatu saat nanti :)

Senin, 09 Desember 2013

-kembalilah-

Ingatkah pembicaraan kita tentang sesuatu 'gelembung kosong' di dalam kita, yang diisi hanya oleh kau dan Dia, untuk sebuah persatuan antara kita dan Dia yang tak bisa diganggu oleh apapun barang seusapan. Inilah saat yang tepat untukmu untuk melihat sepetak kecil dalam tubuhmu itu. Sendirian. Berbincang, jika kau ingin. Atau diam, jika kau ingin. Dia mendengarkan. Selalu mendengarkan. (Surat Moh. Amir Jayadi, dalam Novel Pulang- Leila S. Chudori)

"di kutip dari status fb kk ku yg cantik"

Jumat, 06 Desember 2013

"percaya"

Berada dalam sebuah bayang-bayang bagaikan berada dalam sebuah kotak kaca yang dapat melihat luar dan dalam meskipun yang sebenarnya ingin kita lihat bisa jadi tidak terlihat. Ya seperti halnya rasa yang tak mudah terdefinisikan dengan baik ini yaitu “percaya”. Ungkapan yang seharusnya tak perlu di definisikan dengan gamblang karena ketidak mudahan dalam pendefinisian itu sendiri. Ia tidak dapat terpetakan dalam belahan hati mana rasa itu muncul.
Rasa “percaya”, perasaan yang entah bagaimana harus menciptakannya dan dari bahan apa ia dapat terbentuk sempurna. Mugkin ia ada bukan dari proses penciptaan buatan, bisa jadi terbentuk secara alami dan tanpa di paksakan, lantas apakah polanya dapat secara sempurna terbentuk??
tak kutemukan dalam perenunganku bagaiman proses tersebut dapat bermetamorfosis dan terbentuk begitu saja, jika iya ia merupakan partikel lunak yang secara alami terbentuk bisa jadi keberadaannya dan kesempurnaan bentuknya tidak perlu lagi di ragukan.....
Ah mungkin aku hanya kurang teliti menyelami dalam setiap pencarianku selama ini. Ia ada dan aku percaya itu, aku merasakan ada ruang sesak di sudut hatiku yang entah di belahan yang mana. Apa mungkin rasa sesak itu tempat “percaya itu ada? Kuselami lebih jauh lagi, tempat ia berada itu hingga paling dasar yang aku kira disanalah ia diciptakan hingga menyerupai bentuk yang tak terdefinisikan tersebut, rasa sesak di sudut hati yang entah di belahan mana yang menjadi tempat tinggalnya tak luput aku selami.
Aku mulai membuka satu-persatu pintu-pintu yang ada di setiap dinding tempat “percaya”itu ada. Aku hanya ingin menemukan dimana ia di buat, bagaimana proses pembuatannya, dan bahan apa saja yang di gunakan untuk membuat sebuah bentuk yang tk terdevinbisikan tersebut. Mungkin aku kurang jeli..... yang entah tiba-tiba hati ini terasa sesak setelah lama aku obok-obok.

-bersambung-

Rabu, 04 Desember 2013

dewasa

jika iya kedewasaan itu proses mungkin kini aku sedang berada dalam proses menuju titik itu.
untuk melihat pelangi yang indah maka akan turun hujan terlebih dahulu.
hujan mengajarkan akan arti ketabahan dan keindahan

Kamis, 07 November 2013

TUHAN HAPUS RASAKU

Aku percaya Tuhan,.... kuasamu tak pernah kuragukan.
Kau maha pembolak-balik hati
Kau pemilik cinta yang hakiki

aku kehilangan cintaku karena aku kurang mencintaimu,
jahatnya aku yang takut kehilangan cintaku itu Tuhan....
Tuhan aku takut sakit
aku takut berharap

ia pergi dariku Tuhan,
apa itu kehendakmu?
atau salahku dan ini teguranmu?

padamu aku berserah
aku memohon
dan aku berlindung

Tuhan jika ia jodohku
jika ia milikku satukan cinta kami dalam kecintaan kami padamu
jika perpisahan ini yang Engkau takdirkan Tuhan jaga dan biarkan persaudaraan ini

tapi kumohon Tuhan
jika dia bukan yang Engkau takdirkan untukku tolong hapus rasaku ini

-Aku ingin menangis-

.................teeeeesss..... tiba-tiba menetes begitu saja air mata ini, entah kenapa baru sekarang. selama ini kemana aja hati ini???
aku bodoh?
aku jahat?
ya..... mungkin.....
aku bertahan, tertahan,atau menahan
aku sakit, dan menyakiti
aku merasa tak pantas
kesempatan itu tak mungkin ada lagi, hilang, dan ini yang pernah aku rasakan. persis dengan sakit pertamaku.

akan menghilang, aka benar2 hilang, dan aku harus siap dengan itu.
ahhhh.....

penyesalan itu tak ada gunanya.
aku tau itu, tapi tetap ada rasa sesal itu.

aku, kawanku, dan persahabatanku yang tak wajar itu bom atum masadepanku.
aku di boikot
dan....

takkan pernah ada lagi mungkin kesempatan itu
rasanya selesai sudah yang selama ini kutatarapi, kurencanakan dan aku harapkan
aku bodoh

ya aku bodoh
iya aku tau aku bodoh
iya sudah, aku sadar aku bodoh

aku hanya ingin menangis malam ini, entah sampai kapan

Minggu, 21 Juli 2013

surat untuk kakanda

Cilacap, 22 Juli 2013
Kepada Yang Terkasih:
Kakanda Aris Munandar
Di Tempat

Assalammualaikum kanda.......
Bersamaan dengan surat ini kusampaikan sejuta salamku yang setelah sekian lama terpendam karna tak mampu jumpa dengan embun yang setiap pagi menyejukkanku, dengan mentari yang kala siang aku menghindar darinya, dan dengan bintang-bintang dan rembulan yang jika malam aku terlelap karena letihku. Yaitu kamu, pagi siang dan malamku yang tak pernah bisa setiap waktu mempertemukan kita dalam dekapan cinta yang maha dasyatnya.
Kakanda inginkutuangkan semua air mataku, ingin ku jeritkan semua keluh kesahku, dan akan kulepas semua senyum bahagiaku kala kita bertemu nanti. Betapa rindu tak mampu terbendung kala satu demi satu duri-duri perih tertancap dalam pijakan kasih, cinta kita. Seiring dengan sakit yangkurasa ku telah lalui begitu banyak pelajaran bersamamu, yang menjadikanku seperti saat ini.
Kakanda kuingin ucap terimakasih yang mendalam padamu, atas rasa yang telah kau beri padaku, atas sebuah kasih dalam sebuah kisah hidup yang lebih dari indah. Kanda ku tau kau satu, tak akan ada dua, dan tak mungkin ada yang lain. Tepat dua tahun yang lalu kita bertemu dan kuyakin itu bukan kebetulan. Tuhan telah merencanakan yang lebih indah dari ini, kuyakin itu.....
Kanda ingkat kamu kala pertama kita berjumpa?

"kenangan cinta terhebat itu tak akan pernah bisa disembunyikan"

Selamat Ulang Tahun, Kekasih Terhebat! Seorang laki-laki dewasa, dengan wajah kalem, berkulit gelap, seorang laki-laki dengan pita suara yang dihiasi oleh suara lembut, tegas dan berwibawa, seorang laki-laki dengan kesabaran yang luar biasa. Dimataku, kau tanpa cela. Dihatiku, kau memiliki peran yang luar biasa.

Mungkin, kau tak akan pernah membaca ini, melihat sekejap matapun tidak mungkin, apalagi membaca hingga paragraf akhir. Mungkin, kau tidak mengetahui usahaku untuk menulis ini, usahaku untuk mengundangmu kembali berotasi diotakku, mengelilingi poros otak tengah, menjalar ke otak kiri, lalu membias ke otak kanan. Tak ada dasar apapun dan tak ada alasan apapun yang menjelaskan mengapa aku harus membiarkan jemariku menari dan kembali menuliskan semua hal tentangmu. Seseorang yang sempat mengendap dalam sel otakku, seseorang yang pernah terlupakan oleh jemariku yang dulu sering menuliskan tentangmu.

Jika aku bercerita bagaimana pertemuan awal kita hingga perpisahan kita, mungkin tulisan itu akan terakum sempurna menjadi sebuah roman, yang di dalamnya terdapat tokoh sentral. Hanya aku dan kamu, bertemu, berkenalan, berteman, bercanda, bergembira, jatuh cinta, indah, dan berpisah. Jadi, aku tidak akan bercerita tentang itu. Tunggu dulu! Bukannya aku melupakan kenangan itu, aku hanya ingin membuat semua paragraf menjadi sangat berisi dan efektif, walaupun sekali lagi mungkin kau tak akan membacanya.

Aku bahkan tidak lagi tahu kabarmu di setiap harimu, ada sekat tinggi dan lebar yang benar menghalangi kita. Siapa yang menjadi pilihanmu saat ini? Bagaimana keadaanmu? Tak perlu lagi aku membiarkan air mataku terbujur kaku, menyerah setelah beberapa saat bertahan dipelupuk mata. Aku yang sekarang adalah gadis kuat yang dulu belum kau kenal. Jika kau melihatku saat ini, kau pasti berkata,"Kamu berbeda!" Ungkapmu nada pelan dan tatap mata yang kosong

Kau semakin tua. Aku sedang membayangkanmu saat ini, mungkin hidungmu semakin mancung, mungkin kulitmu semakin gelap, mungkin pipimu semakin tembem,mungkin perutmu semakin buncit, atau bahkan mungkin sebaliknya mungkin kau sibuk dengan kegiatanmu, dan mungkin kau telah melupakanku. Dari jarak sejauh ini, mustahil jika aku bisa lagi menyorot erat bola matamu dan menyerap sinarnya.

Bukankah, kenangan cinta terhebat itu tak akan pernah bisa disembunyikan? Bukankah, kekuatan cinta terhebat jauh lebih kuat daripada cinta-cinta lainnya? Tapi, apa yang kurasakan saat ini, hanya aku yang tahu, hanya aku yang bisa manafsirkan. Kau miliki jalanmu, aku mengikuti jalanku, sekarang bukan dulu, kau dan aku bukan lagi bocah ingusan yang suka permainan.

Jadi, untuk segala kemungkinan yang terjadi, biarlah Tuhan menyimpan kemungkinan itu rapat-rapat dalam sela-sela jemariNYA yang penuh kuasa. Diumurmu yang semakin bertambah ini, semoga Tuhan memberkati semua rencana pembahagiaanmu, semoga kau tetap dicintai oleh sesamamu, dan semoga aku masih tersimpan aman dalam laci lemari otakmu.

Satu hal yang perlu kau ketahui, aku tak pernah mengabaikan kekuatan cinta terhebat kita.

ditulis saat: hidung tersumbat, kegalauan menghambat, nafas tercekat. seorang pemimpi butuh pertolongan pertama dalam dunia khayalnya tapi dia lebih memilih untuk menulis tentang seseorang yang hidup dimasa lalunya. Hebat karena hingga hari ini aku masih berharap kau tak hanya masalaluku, tapi engakau adalah harapan dan masadepanku.

"kenangan cinta terhebat itu tak akan pernah bisa disembunyikan" Selamat Ulang Tahun, Kekasih Terhebat! 


Dengan hormat, yang bertanda tangan dibawah ini,

Adinda’Rosita